Cara Mengolah Tanah untuk Penyiapan Bibit sampai Pindah Bibit Tanaman Selada Organik

– Pengolahan Tanah dan Pembuatan Bedengan Bersamaan dengan kegiatan penyiapan bibit di pesemaian, lahan untuk kebun selada segera diolah. Caranya, tanah dicangkul atau dibajak sedalam 30 cm dan dibalikkan, kemudian biarkan dikering anginkan selama 15 hari.

Berikutnya, tanah diolah kembali sambil membentuk bedengan (untuk sistem bedengan) atau cukup diratakan saja (sistem alur atau gulud) asalkan di sekelilingnya dibuatkan parit-parit pembuangan air selebar 40 – 60 cm dan dalamnya 50 – 60 cm. Jika dibentuk bedengan, ukuran lebarnya antara 80 – 120 cm dan tingginya 30 – 40 cm, sehingga setiap bedengan dapat ditanami 3 – 5 barisan tanaman, dan jarak antar bedengan 30 – 40 cm.

Tata cara penyiapan lahan untuk bertanam selada disajikan. Sambil merapikan bedengan ataupun alur-alur (lebar dan dalamnya 20 – 25 cm), tambahkan pupuk kandang sebanyak 10 – 20 ton/hektar dicampur merata dengan tanah. Penyelesaian akhir dari penyiapan lahan ini berupa hamparan lahan yang dibuatkan alur-alur pada jarak antar alur 25-30 cm, atau bedengan-bedengan selebar 80-120 cm.

– Pemberian pupuk dasar dan kemudian di atas dengan pupuk utuhan pupuk/ha. Apablla tanam Setelah bedengan dibuat, ke bedengan ditaburkan dan dicampur kompos atau pupuk kandang. Keb 20 ton organik tersebut sekitar 10 memungkinkan, bedengan disiram air kompos, atau air limbah ternak.

Sosok tanaman selada tidak sebesar kubis sehingga jarak tanam yang digunakan 20 -25 cm x 20 -25 cm. Apabila akan menanam secara polikultur selada dengan daun bawang, pola dan jarak tanam dapat dibuat seperti pada gambar yang diperlihatkan di atas.

Cara dan Waktu Penanaman

Waktu tanam yang paling baik untuk selada adalah pada akhir musim hujan (Maret/April). Penanaman ini dilakukan pagi atau sore hari. Penanaman selada dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

a. Sebar benih langsung

Caranya, pada lahan yang telah dipersiapkan (sistem bedengan atau alur-alur) langsung menyebar benih menurut barisan atau alur secara merata, kemudian segera ditutup dengan tanah tipis.

b. Pindah tanam bibit

Bibit selada yang dipindahtanamkan dapat berupa bibit cabutan ataupun bibit dalam koker (bumbung) dari daun pisang. Cara penanamannya bibit langsung ditanam pada alur-alur (sistem alur) dengan jarak antartanaman 20 cm dan jarak antar alur 25 cm atau pada lubang tanam (sistem bedengan) pada jarak tanam 25 cm x 40 cm atau 20 cm x 25 cm atau 25 cm x 25 cm. Selesai penanaman, segera tanahnya disiram atau dileb hingga cukup basah (lembap).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *